Jumat, 18 November 2016

K2 Park Perizinan

Apartemen K2 Park terletak di kawasan Superblok K2 Park yang terdiri dari 4 tower apartemen sebanyak 2500 unit, 1 tower hotel, dan 1 tower akan menjadi pusat pendidikan. Menurut Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra, tahap awal penjualan pada pertengahan Februari lalu, sebanyak 1 tower, yakni Tower Arkose yang terdiri 600 unit apartemen habis terjual hanya dalam waktu sekitar 2 pekan. Sementara penjualan tower ke 2, yaitu Tower Moraine saat ini sudah mencapai sekitar 200 unit Menariknya, sekitar 60% pembeli Apartemen K2 Park, Gading Serpong merupakan konsumen yang akan menempati hunian vertikal tersebut (end user).

Sedangkan sekitar 40% untuk investasi. "Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap Apartemen K2 Park cukup tinggi. Dengan mendominasinya end user sebagai pembeli, maka akan membuat lingkungan di K2 Park akan lebih cepat hidup,"kata Marcell. Marcell menambahkan, banyaknya kalangan keluarga muda dan mahasiswa yang membeli apartemen K2 Park sebagai tempat tinggal, sebab banyaknya keluarga muda yang saat ini yang memilih apartemen sebagai hunian di pinggiran Kota Jakarta.

 "Selain ada yang bekerja di daerah Gading Serpong dan sekitarnya, para keluarga muda tersebut juga banyak yang bekerja di Jakarta. Lokasi K2 Park yang sangat dekat dengan jalan tol, sangat memungkinkan bagi para pegawai untuk bekerja di Jakarta,"tutur Marcell. Superblok K2 Park, yang apartemennya saat ini dipasarkan dengan harga terendah Rp 450 juta ini merupakan proyek mahakarya Prioritas Land yang dibangun di lahan seluas 3 hektare dengan dana investasi sebesar lebih dari Rp 1 triliun dan akan menjadi the symphony of living di daerah Gading Serpong.

Area ini merupakan lokasi emas diantara Lippo Karawaci, Gading Serpong, BSD, Alam Sutra dan Modernland. Akses jalan yang mudah, hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol JORR Jakarta - Serpong

K2 Park Perizinan (IMB)

“Proses perizinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.

Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.

“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.